Fordo bermula dari sebuah pertanyaan riset: kenapa kopi yang sama bisa terasa berbeda dari satu batch ke batch berikutnya? Lima tahun dan tiga puluh kafe mitra kemudian, kami masih menggarap pertanyaan yang sama — dan menyangrai dengan cara yang memperlihatkan jawabannya di dalam cangkir.
Berawal dari sekantong green bean dan satu pertanyaan.
Baca 5 menit
“Kopi yang sama seharusnya tidak terasa berbeda setiap kali kamu memesannya. Fordo kami bangun untuk menutup celah itu.”
Sebelum Fordo, kami minum banyak kopi: bag dari roastery lain, batch percobaan sendiri, apa pun yang sedang diseduh kafe yang kami singgahi. Polanya selalu sama: biji yang sama, disangrai selang sebulan, rasanya jarang sama. Masalah itulah yang kami coba bereskan.
Fordo Coffee Lab adalah roastery yang dijalankan seperti laboratorium. Setiap batch diukur, dicatat, dan di-cupping, lalu profil sangrainya disetel dari data itu — bukan dari ingatan atau perasaan. Itu yang membuat rasa di cangkir tetap sama dari satu pesanan ke pesanan berikutnya.
Membeli green bean langsung dari petani, mempelajari proses mereka, dan bertemu banyak pengolah membuat satu hal menjadi jelas: kesejahteraan petani juga harus ikut membaik. Sejak itu kami berhenti bekerja di satu ujung rantai saja.
Menyangrai dan mengirim ke kafe sekarang cuma separuh pekerjaan. Di hulu, kami bekerja bersama petani di berbagai daerah di Indonesia — menstandarkan pengolahan, menyubsidi alat, dan membangun hubungan pasokan yang membayar untuk kualitas, bukan sekadar volume.
Rencana ke depan sederhana: pekerjaan yang sama, dengan lebih banyak petani. Kopi Indonesia akan lebih baik kalau orang yang menanamnya dibayar untuk membuatnya lebih baik.
Misi · Tiga komitmen
Yang kami kerjakan setiap hari.
Hilir & hulu
01 · Hilir
Konsisten, cangkir demi cangkir.
Setiap batch diukur di Giesen W6A. Setiap profil sangrai terdokumentasi dan bisa diulang. Setiap lot di-cupping sebelum dikirim. Begitulah cara shot yang sama tersaji dengan rasa yang sama, bulan demi bulan.
Produksi terkalibrasi · keterlacakan batch
02 · Hulu
Kemitraan petani.
Direct trade dengan petani di enam daerah. Kami menstandarkan pengolahan, menyubsidi alat, dan membayar untuk kualitas. Kalau kualitas tidak dibayar, 10 tahun lagi pasokan ini habis.
Gayo · Jawa · Bali · Timor Leste · +2
03 · Tengah
Lab di antara keduanya.
Kami mengadakan cupping publik setiap Sabtu pertama tiap bulan. Kafe dipersilakan membawa lot untuk diprofilkan bersama kami. Tugas lab adalah menerjemahkan apa yang tumbuh dengan baik menjadi apa yang terasa nikmat — di cangkirmu.
Cupping publik · setiap Sabtu pertama
Linimasa · 2021 → 2026
Lima tahun, satu arah.
Masih berlanjut
2021
Riset dimulai
Kristofan memulai riset: cupping, mengatalogkan, dan mempelajari cara membuat profil sangrai yang bisa diulang.
2023
Mendukung kafe
Fordo mulai memasok kafe specialty di seluruh Yogyakarta. Kontrak wholesale pertama. Giesen W6A mulai beroperasi.
2024
Pengakuan
Podium pertama di Jogja Coffee Week #4 dan Borobudur Cup. Gelar cup taster untuk dua anggota tim.
2025
Panggung nasional
Juara dua Nordic Roasting Challenge di Jakarta Coffee Week. Juara satu Barista Innovation di JCW #5.
2026
Naik skala
Roastery kedua dibuka di Sentolo, Kulonprogo. Kapasitas 15 ton/bulan. Program wholesale diformalkan.
Tiga hari di Jogja Coffee Week #5 — ajang tempat kami meraih juara satu Barista Innovation Challenge untuk segmen Coffee & Tea Yogyakarta. Booth kami menyajikan seduhan tanpa henti dan short-cup pour dari deretan origin kami. Kalau kamu melewatkannya, cupping publik setiap Sabtu pertama di lab Magelang adalah kesempatan berikutnya untuk bertemu kami.
Fordo Coffee Lab adalah roastery-nya. EspressoClub adalah espresso bar tempat kopi yang sama diseduh — buka 24 jam sehari di Jl. Kaliurang km 5.1. Sisi lab adalah tempat kami mengembangkan; sisi bar adalah tempat kami membuktikan.