Journal Fordo
4 menit baca · 17 Juli 2026
Lot reserve Tier III kami difermentasi sampai 300 jam. Tier I, si kopi harian, hampir tidak difermentasi sama sekali. Di situlah beda sebenarnya antar tier: seberapa jauh prosesnya, bukan seberapa bagus kopinya. Ketiga tier lolos meja cupping yang sama sebelum masuk Giesen W6A.
Jadi pertanyaannya bukan tier mana yang paling bagus. Pertanyaannya: tier mana yang cocok dengan kopi yang benar-benar kamu suka, alat seduhmu, dan berapa yang mau kamu keluarkan per cangkir.
Tier I itu kopi washed yang bersih dan nyaman. Patokannya Timor Leste Full Washed: ditanam full organik di Ermera Farm, 1.200-1.600 MDPL, dengan karakter nutty, cocoa powder, dan acidity rendah. Ini filter pertama yang kami sodorkan ke penikmat espresso, karena tidak ada satu pun sisi kopi ini yang bikin kaget.
Pilih Tier I kalau kamu minum kopi tiap pagi tanpa perlu mikir panjang, kalau kopi fruity terasa asam di lidahmu, atau kalau kamu baru pindah dari kopi instan atau espresso ke filter. Ini juga cara paling hemat untuk minum kopi enak setiap hari.
Di Tier II, prosesnya mulai terasa di cangkir. Malabar Wine dari Arjasari, Jawa Barat, melewati fermentasi "wine" yang panjang dan menghasilkan rasa molasses, rempah, plus sentuhan nanas yang juicy. Lampung Washed Mosto difermentasi pakai mosto dari lot sebelumnya, hasilnya stroberi yang segar. Masih enak diminum tiap hari, tapi jelas bukan kopi yang bisa kamu temukan di tempat lain.
Pilih Tier II kalau Tier I mulai terasa datar buatmu, atau kalau kamu mau karakter fermentasi tanpa harga lot reserve. Lot-lot ini berganti mengikuti musim panen, dan itu alasan paling jujur untuk mencobanya sekarang, bukan nanti.
Di Tier III, kami membiarkan prosesnya jadi mahal. Bener Meriah Slow-Dry Natural 300H dari dataran tinggi Gayo, 1.400-1.600 MDPL, difermentasi 300 jam di drum anaerob lalu dijemur 10 hari. Double Fermentation Petarangan datang dari kebun di Jawa Tengah yang kami kunjungi dulu sebelum membeli satu kilo pun: floral, markisa, kismis.
Pilih Tier III kalau kamu menyeduh demi cangkirnya, bukan demi kafeinnya. Catatan jujur: lot-lot ini baru terbayar kalau grinder-mu layak dan kamu mau sedikit teliti. Kalau kebiasaanmu menyeduh setengah sadar jam 6 pagi, uangnya lebih baik dibelikan 2 bag Tier II.
Yang menentukan di sini alatmu, bukan selera. Punya mesin espresso di rumah atau di kafe: ambil dari lini espresso. Blend commercial seperti Autumn Thunder dibuat supaya rasanya tetap konsisten menembus susu. Blend premium seperti Midnight Cookies dibuat untuk diminum tanpa campuran: dark chocolate dan biskuit, espresso sebagai dessert.
Pakai V60, Kalita, French press, atau batch brewer: ambil dari tier filter. Roast filter dikembangkan lebih terang, jadi tipis dan tajam kalau dipaksa lewat mesin espresso; sebaliknya roast espresso terasa berat dan datar sebagai pour-over. Untuk filter, brew guide kami memulai semua lot dari 15g kopi banding 250g air di V60, suhu 93°C.
Kalau kamu punya ketel dan cangkir, itu sudah cukup. Drip bag itu kopi giling betulan dalam filter kertas sekali seduh yang dicantolkan di bibir cangkir. Tuang air panas, selesai. Bener Meriah Drip Bag membawa single origin Gayo ke format ini; Houseblend Drip Box berisi 8 sajian dari lini blend kami.
Per gram, drip bag lebih mahal dari biji utuh dan tetap lebih murah dari kafe mana pun. Ini jawaban yang tepat untuk perjalanan, meja kantor, dan teman yang mau kamu ajak minum kopi enak tapi menolak beli grinder. Begitu dia mulai bertanya isi kantongnya apa, sodorkan Tier I.