Journal Fordo

Setiap batch kami cupping. Ini yang kami periksa

4 menit baca · 2 September 2026

Setiap batch yang kami sangrai — di Roastery 01 Magelang maupun Roastery 02 Sentolo — di-cupping dalam 24 jam setelah keluar dari drum, sebelum satu gram pun dikemas. Ini pekerjaan kami yang paling tidak glamor, sekaligus alasan terbesar kenapa kopi yang sama rasanya tetap sama, pesanan demi pesanan.

Log sangrai memberi tahu apa yang dilakukan mesin: suhu charge, laju kenaikan suhu, first crack, waktu development, suhu drop. Meja cupping memberi tahu apa artinya. Angka bisa duduk manis persis di kurvanya dan cangkirnya tetap salah — celah itulah yang ditutup cupping.

Apa yang tertangkap di meja

Setiap cacat sangrai punya rasa. Kopi yang kurang development terasa langu dan asam tajam; roast yang “baked” terasa datar dan seperti kertas, aromanya seperti sudah pulang duluan; kopi gosong berubah jadi abu. Tiap batch dicicipi berdampingan dengan cangkir acuan lot-nya, jadi pergeseran muncul sebagai beda rasa yang bisa diseruput, bukan angka yang bisa diperdebatkan.

Dua roastery kami juga saling cupping tiap minggu — batch Sentolo naik ke meja Magelang dan sebaliknya — supaya “profil yang sama” tetap fakta, bukan harapan.

Ritualnya, langkah demi langkah

Kopi yang sudah digiling masuk ke cangkir dan dicium dulu dalam keadaan kering. Air panas dituang, ampasnya mengambang jadi kerak yang dibiarkan menyeduh empat menit tanpa disentuh. Lalu break: dorong keraknya dengan sendok, hidung tepat di permukaan — inilah momen paling harum sepanjang hidup kopi itu.

Buang busanya, tunggu agak dingin, lalu seruput — keras, sampai kopinya menyembur rata ke seluruh langit-langit mulut. Cicipi lagi selagi terus mendingin: manis, acidity, dan cacat semuanya lebih gampang terbaca di cangkir yang mendingin. Itu sebabnya tidak ada yang menilai kopi selagi mendidih.

Coba di rumah dengan dua cangkir

Kamu tidak butuh skor atau formulir — cukup dua kopi, diseduh persis sama, dicicipi berdampingan. Pasangan pembuka dari kami: Timor Leste Full Washed lawan Malabar Wine. Satu bersih, nutty, kalem; satunya molase, rempah, dan nanas. Jaraknya cukup lebar sampai lidahmu mustahil melewatkannya.

Ajukan tiga pertanyaan ke tiap cangkir selagi mendingin: acidity-nya di mana, seberapa berat di mulut, dan rasa apa yang paling akhir tinggal setelah ditelan? Ulangi beberapa kali, dan kamu sudah melatih satu-satunya keterampilan yang benar-benar diajarkan cupping: memperhatikan.

Icip bareng kami

Atau lewati ribetnya dan ikut seruput di tempat kami: ada cupping publik gratis di roastery Magelang setiap Sabtu pertama tiap bulan. Bawa pertanyaanmu — di meja cupping jawabannya paling singkat.